Pengenalan Dasar
Software Phase2, Geotech Software
Hi Blogger…
Aq mau sharing
lagi nie, kali ini tentang penggunaan software Phase2. Software ini adalah
software yang digunakan untuk mencari kestabilan lereng. Disiplin ilmu yang
mempelajari tentang stabilitas lereng ini disebut Geoteknika. Bagi teman-teman
yang meyelami akademisi di bidang Pertambangan dan Sipil mungkin sudah familier
dengan software ini, sebenarnya saya tidak tau pasti apakah orang-orang sipil
juga menggunakan software ini, yang saya tau adalah mereka juga mempelajari
ilmu Geoteknik.
Nah.. kali ini
aq akan bagikan tutorial penggunaan software ini. Tutuorial dasar bagaimana mendapatkan SF
(Safety Factor – Faktor Keamanan), agar lereng tambang yang kita buat tetap
stabil namun tepat memenuhi kriteria ekonomis.
Untuk lereng
tambang, Faktor Keamanan yang terbaik adalah 1,300. Sebenarnya suatu lereng
sudah dapat dikatakan stabil bila FK-nya = 1,000, namun FK diangka 1,000
dinilai sangat kritis, karena apabila FK ˂ 1,000 maka lereng tersebut longsor.
Namun sangat berbeda dengan lereng tambang FK untuk lereng sipil sangat amat
besar yaitu ≥ 12 (CMIIW).
Oke kalo gitu
udah dulu basa-basi nya, sekarang langsung simak aja tutorial yang saya buat,
berdasarkan pengalaman saya bekerja ini.
Dalam penentuan
FK ini saya menggunakan metode SRF (Strenght
Reduction Factor). Oia Phase2 yang saya gunakan adalah Phase2 6.0.
1. Buat
Geometri SRF seperti sebagai berikut dengan menggunakan software AutoCAD.
My note :
A = 1.5 H
B = 2.5 H
C = 2.5 H
H merupakan jarak vertikal yang
dihitung dari crest sampai dengan toe.
2. Import
geometri yng telah dibuat dalam AutoCAD tadi.
3.
Tentukan
satuan yang akan digunakan, dan penentuan
Strength
Reduction-nya :Analysis > Project setting.
4. Set
up mesh yang akan digunakan : Mesh > Setup, kemudian ganti properties-nya
seperti pada gambar.
Selanjutnya : Mesh >
Discretize, kemudian : Mesh > Mesh. Maka gambar akan menjadi seperti ini.
5. Hapus displacement yang di bagian permukaan
model, dengan cara : Displacement > free, lalu arahkan kursos ke tanda-tanda segitiga tersebut dan di klik satu-satu sampai hilang.
6. Tambahkan
kondisi air pada model, dengan cara seperti pada gambar : Boundaries > Add
piezometric line.
Arahkan kursos mulai dari ujung
permukaan line, kemudian ikuti topo permukaan, sampai ke ujung berikutnya. (Kondisi persis mengikuti topo spt ini adalah kondisi dengan air jenuh.)
7. Tambahkan
properties kekuatan gempa dengan cara : Loading > Seismic loading, masukkan
angka. Angka yang dimasukkan tersebut adalah angka relatif, tergantung daerah
penelitian.
8. Loading
> Field Stress, ganti properties seperti pada gambar.
9. Masukkan
parameter batuan. Hasil input parameter ini didapatkan dari pengujian batuan di
laboratorium Geomekanika. Caranya : Properties > Define material, maka akan
muncul pop-up seperti berikut,
10. Masukkan
angka-angka yang diminta.
11. Jika
sudah selesai, masukkan masing-masing material yang telah kita buat tadi,
sesuai dengan perlapisan geologi menurut lithologi yang ada (titik bor pada
section tersebut). Dengan cara : Properties > Assign Properties.
12. Model
ini selanjutnya dapat kita running, dengan cara : Analysis > Compute.
Kemudian proses running akan dimulai sekitar 10 – 20 menit.
13. Hasilnya terliat seperti gambar berikut ini :
Nah begitulah cara mencari FK dengan menggunakan software Phase2. Semoga bermanfaat yaa..
Thanks for reading..
Download Software Phase2 5.0 disini :
Phase2 5.0
Riezchi here..
My Office | Bandung | July'3 2013